Sebuah ANEKDOTTM ! J
B.Indonesiaseri 2
oleh : Nail Hikam F. / 12 / SCI Semester II
1. Rambut Hidung
Di suatu warung lesehan di pinggir jalan,
terdapat dua orang mahasiswa sedang bercakap-cakap tentang SMA mereka dulu.
Mereka bernama Udin dan Usro. Si Udin tiba-tiba berkata, “Eh, liat noh, Sro,” sambil menunjuk sebuah
sekolah di seberang jalan, “Itu dulu SMA gue.”
Usro langsung menengok ke arah yang dituju,
“Oh, jadi itu SMA loe,” jawab Usro
ngangguk-ngangguk.
“Gue nggak
nyangka udah jadi kayak hotel gini, dulu pas gue masih di sono, masih
banyak batu bata sama semennya.”
“Lho,
itu masih mendingan, SMA gue sampe sekarang masih aja kayak gitu,” timpal Usro.
“Kayak
gimana?” tanya Udin.
“Kandang Ayam. Tapi gue nggak nyesel, deh, sekolah di sono, buktinya gue bisa
di UGM,” jawab Usro.
“Wah, berarti loe beruntung. Kalo gue
nyesel sekolah di SMA sono.”
“Lho
kok? Loe ‘kan juga di UGM?”
protes Usro.
“Bukan masalah itu,” timpal Udin.
“Trus?”
tanyanya sambil meminum es teh yang dipesannya.
“Gue
nyesel karena dulu kepala sekolah gue
botak!”
Usro yang sedang meminum es teh mendadak es
tehnya keluar lagi dari mulutnya. Tersedak. “Apa hubungannya kepala botak sama
sekolah?”
“Ya iya lah. Duit gue diporotin mulu cuma buat numbuhin rambutnya. Noh, liat noh,” sambil menunjuk
seseorang yang berada di dalam mobil Mercedes Benz, “Itu dulu kepsek gue. Liat,
‘kan? Sekarang udah punya rambut
di kepalanya!”
“Wah, bener
loe, Din,” sambil manggut-manggut, “Eh, bukan cuma kepalanya doang
ternyata.”
“Apanya?”
“Idungnya
juga berambut lebat!” mereka tertawa lepas.
2. Tikus atau Tupai?
Ada seorang murid, namanya Andre, yang nyeletuk pada temannya, Tono. “Eh, No,
apa ada ya? Tikus yang gemuk, megang
koper, dan berdasi?”
Si Tono langsung menjawab, “Ada tuh, tikusnya botak, pula.”
“Mana tikusnya?”
“Itu tuh,
yang lagi jalan depan perpus,” sambil menunjuk seseorang.
“Kok, Pak Kepsek, sih?” protes Andre, “Itu sih
bukan tikus namanya.”
“Trus
apa?”
“Bajing pake
‘an’!” jawab Andre. Mereka tertawa lepas. Bajing adalah sebutan lain untuk
seekor tupai dalm bahasa jawa.
3. Bule Negro
Seorang murid SMA sedang berbicara kepada
temannya. Ia menanyakan sesuatu yang aneh, “Eh, udah pernah liat bule belon?”
“Udah,
dong,” jawab temannya.
“Hehe, kalo
bule yang negro udah pernah liat?”
“Hah? Emang
ada, ya?”
“Oh, kamu nggak
percaya? Tunggu aja, bentar lagi
ia masuk kelas kita, lho.” Tak lama
kemudian, muncul orang yang dimaksud.
“Lho,
kok Mrs. *sensor*, sih?” protes
temannya.
“Sssst... dengerin aja cara ngomongnya.”
Mereka pun mendengarkan materi yang diberikan oleh Mrs. *sensor*. “Tuh ‘kan, dia pake Bahasa Inggris terus,
berarti dia bule.”
“Oh, aku tau
kenapa bisa jadi bule negro.”
“Apa coba?”
Sambil mendekatkan mulut ke telinga temannya.
“Dia ‘kan ‘imut’, alias Item Mutlak!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar