LAPORAN
PRAKTIKUM BIOLOGI
PENGARUH AIR
TERHADAP PERKECAMBAHAN
- Nail
Hikam F. (12)
- Resti
Wahyuni (15)
- Shifa
Mufidah (18)
- Yoga Mugiyo P. (22)
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
Puji dan Syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT. Atas berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat
menyelesaikan praktikum perkecambahan, dan menyusun laporan ini sebagai data
hasil pengamatan kami.
Kami juga menyampaikan terima kasih
kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini. Tanpa
bantuan mereka, maka laporan ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Laporan
ini disampaikan untuk memenuhi tugas dari Bapak Ahmad Makmur Santoso, selaku
guru Biologi untuk kelas X SCI. Laporan ini berisi tentang hasil praktikum
pengaruh air terhadap proses perkecambahan kacang hijau.
Kami berharap laporan ini dapat
berguna bagi teman-teman. Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kami mohon maaf apabila ada kesalahan dalam
kata-kata maupun penulisan.
Kebumen,
21 September 2013
Prakata................................................................................................................................. i
Daftar
isi.............................................................................................................................. ii
Bab
I : Pendahuluan............................................................................................................ 1
Bab
II : Tinjauan Pustaka.................................................................................................... 2
Bab
III : Metode Penelitian................................................................................................. 4
Bab
IV : Pembahasan.......................................................................................................... 5
Bab
V : Kesimpulan Dan Saran........................................................................................... 7
Daftar
Pustaka..................................................................................................................... 8
Dalam setiap pertumbuhan makhluk hidup tentu saja terdapat
faktor-faktor yang mempengaruhinya. Air adalah salah satu faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan tanaman. Namun permasalahan yang dihadapi saat ini adalah banyak sedikitnya
air yang diberikan pada saat proses awal atau proses perkecambahan. Oleh karena
itu penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kadar air (intensitas air)
terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau serta pengaruhnya terhadap kelangsungan
hidup tanaman tersebut.
Rumusan masalah dari penelitian ini
adalah, bagaimana pengaruh air terhadap
pertumbuhan kacang hijau?
Tujuan dari penelitia ini adalah
untuk mengetahui pengaruh air terhadap proses perkecambahan kcang hijau.
Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh air terhadap
proses perkecambahan. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai referensi.
A. Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau
Menurut Setijo
Pitojo (2004) Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman kacang hijau ini
diklasifikasikan seperti berikut.
Sub-Divisi
: Angiospermae
Spesies
: Vigna Radiata L.
B. Morfologi Tanaman Kacang Hijau
Kacang hijau merupakan tanaman pangan semusim berupa semak yang tumbuh
tegak. Tanaman kacang hijau adalah tanaman berumur pendek (60 hari). Panen
kacang hijau dilakukan beberapa kali dan berakhir pada hari 84 setelah tanam.
Susunan tubuh tanaman kacang hijau terdiri atas akar, batang, daun, bunga,
buah, dan biji. Perakaran tanaman kacang hijau bercabang banyak dan membentuk
bintil akar (nodul) akar. Adapun deskripsi masing-masing bagian tanaman
tersebut dijelaskan sebagai berikut.
Akar tanaman kacang hijau berakar tunggang. Sistem perakaran dibagi
menjadi dua, yaitu mesophites dan xerophites. Mesophites mempunyai banyak cabang akar pada permukaan dan tipe
pertumbuhannya menyebar. Sementara xerophites
memiliki akar cabang lebih sedikit memanjang ke arah bawah .
Batang kacang hijau berbentuk bulat dan berbuku-buku. Ukuran batangnya kecil,
berbulu berwarna hijau kecoklatan atau kemerahan. Setiap buku batang
menghasilkan satu tangkai daun, kecuali pada daun pertama berupa sepasang daun
yang berhadapan dan masing-masing daun berupa daun tunggal. Batang kacang hijau
tumbuh tegak dengan ketinggian mencapai 1 m, cabang menyebar ke semua arah.
Daun kacang hijau tumbuh majemuk, terdiri dari tiga helai anak daun setiap
tangkai. Helai daun berbentuk oval dengan bagian ujung lancip dan berwarna
hijau muda hingga hijau tua, letak daun berselip. Tangkai daun lebih panjang
dari pada daunnya sendiri.
Bungga kacang
hijau berbentuk seperti kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning
pucat. Bunganya termasuk jenis hermaprodit atau berkelamin sempurna. Proses
penyerbukan terjadi pada malam hari sehingga pada pagi harinya bunga akan mekar
dan pada sore hari menjadi layu.
Buah kacang
hijau berbentuk polong. Panjang polong sekitar 5-16 cm. Setiap polong berisi
10-15 biji. Polong kacang hijau berbentuk bulat silindris atau pipih dengan
ujung agak runcing atau tumpul. Polong muda berwarna hijau, setelah itu berubah
menjadi kecoklatan atau kehitaman. Polongnya mempunyai rambut-rambut pendek
atau berbulu.
- Habitat Kacang Hijau
Kacang hijau merupakan tanaman
tropis yang menghendaki suasana panas selama hidupnya. Tanaman ini dapat
ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 m di atas permukaan laut.
Tanaman kacang hijau dapat tumbuh di daerah yang curah hujannya rendah dengan
memanfaatkan sisa-sisa kelembapan pada tanah bekas tanaman yang diairi.
Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Variabel penelitian ini
adalah :
1.
Media dan jumlah
air yang berbeda sebagai variabel bebas
2.
Pengaruh
air terhadap proses perkecambahan sebagai variabel terikat
B. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada 2 s.d.
7 September 2013. Penelitia ini dilakukan di
kelas SCI SMA Negeri 1 Kebumen.
- Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian
ini adalah :
Bahan yang dibutuhkan dalam
penelitian ini adalah :
1.
Siapkan alat dan
bahan yang digunakan.
2.
Siapkan akua
gelas dan isi dengan :
a.
Akua gelas dan
kacang hijau.
b.
Akua gelas,
kapas basah, dan kacang hijau.
c.
Akua gelas, air
setengah gelas, kacang hijau.
3.
Tempatkan akua
gelas ditempat yang nyaman.
4.
Amati masa
perkecambahan setiap hari sekali.
Hipotesis dari penelitian ini adalah air
mempengaruhi peroses perkecambahan.
Berdasarkan pengamatan selama 6 hari diperolehlah hasil
sebagai berikut :
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Mulai tumbuh akar, batang
pendek
|
Akar dan batang mulai
memanjang, tumbuh daun
|
Akar, batang, dan daun
sudah tumbuh sempurna
|
|
|
|
|
|
Jumlah biji berkecambah
tetap, tetapi tidak tumbuh
|
Jumlah biji berkecambah
tetap, tetapi tidak tumbuh
|
Jumlah biji berkecambah
tetap, tetapi tidak tumbuh
|
Perlakuan ke I : kacang hijau diletakkan dalam gelas tanpa
media tanam.
Perlakuan ke
II : kacang hijau diletakkan dalam
gelas dengan kapas basah sebagai media tanam.
Perlakuan ke III : kacang
hijau diletakkan dalam gelas dengan air sebagai media tanam.
Berdasarkan
tabel diatas diketahui bahwa pada gelas tanpa media tanam (perlakuan I), kacang
hijau tidak dapat berkecambah. Ini disebabkan karena tanaman dapat tumbuh jika
keadaan di sekitarnya lembab, sedang pada perlakuan I kering tanpa air atau
keadaan sekitar yang lembab. Sedangkan pada perlakuan III, kacang hijau hanya
mengalami proses perkecambahan saja, tidak tumbuh. Hal ini karena terlalu
banyaknya intensitas air dalam gelas.
Perubahan yang terjadi pada Perlakuan II yaitu gelas yang berisikan kapas
basah terjadi proses perkecambahan. Pada hari pertama kulit dari kacang hijau
mulai mengelupas, pada hari ke 2 tumbuh kecambah. Sedangkan pada hari ke 4
tumbuh akar, yang selanjutnya pada hari ke lima kecambah semakin meninggi dan
hari ke enam muncul pucuk-pucuk daun. Pada perlakuan II mengalami proses
perkecambahan serta dapat tumbuh dengan baik karena intensitas airnya seimbang,
tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.
Pertumbuhan
dan proses kecambahan yag paling baik adalah pada media kapas basah karena
kandungan airnya yang seimbang. Proses perkecambahan pada perlakuan III lebih
lambat dibanding perlakuan II karena jumlah air yang terlalu banyak. Pada perlakuan
I tidak terjadi proses perkecambahan karena tidak tersedianya air.
Kesimpulan
dari penelitian “Pengaruh Air terhadap Proses Perkecambahan” adalah proses perkecambahan
membutuhkan air. Air yang digunakan atau diberikan pada proses perkecambahan
harus dipertimbangkan jumlah airnya. Jumlah air yang diberikan tidak boleh
terlalu banyak atau terlalu sedikit.
Sebelum
melakukan proses perkecambahan harus mempertimbangkan jumlah air terlebih
dahulu. Selain itu dalam pemilihan kacang lebih baik memilih biji kacang yang
masih segar sehingga dapat memaksimalkan hasil penelitian. Kapas diberi air set
Selain itu kapas dan air yang digunakan harus steril.
Sudjadi, B
dan Laila, Siti. 2007. BIOLOGI 3A Sains dalam kehidupan. Surabaya: Yudhistira.